
fromhiptohousewife.com – Banjir besar melanda sejumlah wilayah di Kota dan Kabupaten Serang, Banten, pada akhir pekan lalu. Curah hujan tinggi sejak malam hari memicu luapan sungai dan genangan air di permukiman padat penduduk. Akibat peristiwa ini, sebanyak 308 rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi.
Sejak dini hari, air mulai memasuki rumah-rumah warga. Banyak keluarga berusaha menyelamatkan barang berharga sambil menggendong anak-anak menuju tempat yang lebih aman. Situasi berubah semakin sulit ketika aliran air meningkat dengan cepat dan menutup akses jalan lingkungan.
Selain merendam ratusan rumah, banjir ini juga menelan satu korban jiwa. Seorang warga lanjut usia meninggal dunia setelah tidak sempat menyelamatkan diri saat air menggenangi rumahnya.
Lansia Meninggal Dunia di Tengah Bencana
Korban meninggal berasal dari kelompok lansia yang tinggal seorang diri di rumahnya. Saat banjir datang, kondisi fisik korban tidak memungkinkan untuk bergerak cepat. Air terus naik hingga akhirnya menutup seluruh bagian rumah.
Peristiwa ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Banyak tetangga mengaku telah berusaha memberikan pertolongan, tetapi derasnya arus air menghambat upaya penyelamatan.
Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya perhatian khusus bagi kelompok rentan, terutama lansia, penyandang disabilitas, dan anak-anak saat bencana terjadi.
Ratusan Warga Mengungsi ke Tempat Aman
Seiring meningkatnya debit air, ratusan warga memilih mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Mereka memanfaatkan masjid, balai warga, sekolah, dan rumah kerabat sebagai tempat perlindungan sementara.
Petugas gabungan dari pemerintah daerah, relawan, dan aparat keamanan membantu proses evakuasi. Mereka menggunakan perahu karet untuk menjangkau wilayah yang terisolasi oleh genangan air.
Di pos pengungsian, warga menerima bantuan berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan kebutuhan dasar lainnya. Meski demikian, sejumlah pengungsi masih mengeluhkan keterbatasan fasilitas, terutama bagi balita dan lansia.
Penyebab Banjir dan Kondisi Lingkungan
Curah hujan tinggi menjadi faktor utama penyebab banjir di Serang. Hujan deras turun dalam durasi panjang sehingga sungai-sungai tidak mampu menampung debit air. Selain itu, kondisi drainase yang kurang optimal memperparah genangan di kawasan permukiman.
Sebagian warga juga menyoroti alih fungsi lahan dan berkurangnya daerah resapan air. Permukiman yang tumbuh cepat membuat air hujan sulit meresap ke tanah. Akibatnya, air mengalir langsung ke sungai dan meluap ke rumah warga.
Kondisi ini mendorong masyarakat untuk meminta langkah penanganan jangka panjang agar banjir tidak terus berulang setiap musim hujan.
Pemerintah Daerah Bergerak Cepat
Pemerintah daerah segera turun tangan setelah banjir melanda Serang. Tim tanggap darurat melakukan pendataan rumah terdampak dan korban bencana. Pemerintah juga menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan warga.
Selain itu, petugas melakukan pembersihan lumpur dan sampah setelah air mulai surut. Langkah ini bertujuan mencegah munculnya penyakit akibat lingkungan yang kotor.
Pemerintah daerah juga menegaskan komitmen untuk mengevaluasi sistem drainase dan pengelolaan sungai. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Dampak Psikologis bagi Warga
Banjir tidak hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis bagi warga. Banyak keluarga mengalami trauma, terutama anak-anak yang harus mengungsi di tengah malam.
Rasa cemas muncul setiap kali hujan turun deras. Warga khawatir air kembali meluap dan merendam rumah mereka. Kondisi ini membuat sebagian warga sulit beristirahat dengan tenang.
Oleh karena itu, pendampingan psikososial menjadi kebutuhan penting bagi korban banjir. Kehadiran relawan dan tenaga kesehatan membantu warga memulihkan kondisi mental mereka.
Harapan Warga dan Langkah ke Depan
Warga Serang berharap pemerintah mengambil langkah nyata untuk mencegah banjir berulang. Mereka menginginkan perbaikan drainase, normalisasi sungai, dan penataan kawasan permukiman yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, warga juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan lingkungan. Mereka menyadari bahwa pengelolaan sampah memiliki peran penting dalam mencegah saluran air tersumbat.
Banjir yang melanda Serang menjadi pengingat bahwa bencana dapat terjadi kapan saja. Melalui kerja sama antara pemerintah dan masyarakat, risiko bencana dapat ditekan, dan keselamatan warga dapat lebih terjamin.




